Yah, pernyataan tersebut sudah tidak asing kita dengar di
kalangan masyarakat. Namun tahukah Anda pernyataan tersebut salah? Dari manakah
vitamin D itu dapat diperoleh? Apakah dengan berjemur di bawah sinar matahari
pagi dapat mencukupi kebutuhan vitamin D tubuh kita?
Vitamin D adalah suatu senyawa bahkan beberapa literatur
menggolongkannya menjadi suatu hormon calcitrol manusia yang fungsi utamanya
adalah untuk mencegah penurunan fungsi tulang atau osteoporosis dan dapat
mencegah timbulnya penyakit-penyakit yang terjadi karena penghalangan
penyerapan fosfor dan kalsium. Selain itu, vitamin D juga berfungsi untuk
mencegah berbagai macam kanker, penyakit jantung, multiple sklerosis, penurunan
daya ingat dan berbagai gangguan penyakit yang terkait.
Apa peran sinar matahari?
Vitamin D salah satunya dapat diperoleh
dengan cara berjemur di bawah sinar matahari pagi pada jam 6 hingga jam 9 pagi
selama minimal 10 menit. Lebih dari 90% kebutuhan vitamin D diperoleh dari bantuan
sinar matahari. Menurut pengamatan dari Holick, Vitamin D Deficiency dalam jurnal New England Journal of Medicine,
dengan terpapar sinar matahari pagi selama 10-15 menit dapat mencukupi
kebutuhan vitamin D sebanyak 3.000-20.000 IU. Ternyata radiasi UVB (290-315 nm)
dapat membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh. Pada saat terpapar sinar
matahari, 7-dehydrocholesterol (7-DHC) yang terdapat pada epidermis kulit akan
menyerap UVB dan berubah menjadi previtamin D3 (preD3).
Senyawa ini akan mengalami metabolisme di hati oleh vitamin D 25-hydroxylase
(25-OHase) menjadi vitamin D 25(OH)D3 yang akhirnya disebut vitamin
D. Vitamin D ini akan bersirkulasi dan dimetabolisme selanjutnya di ginjal
menjadi 1,25(OH)2D yang menstimulus produksi PTH yang bekerja untuk
meningkatkan reabsorpsi kalsium di ginjal, serta meregulasi pertumbuhan sel. Dengan
kata yang lebih sederhana, vitamin D terbentuk dengan memerlukan radiasi UVB
dari sinar matahari pada pagi hari.
Sumber Vitamin D?
Selain itu, ada lagi cara untuk memenuhi
vitamin D tubuh yang berasal dari makanan kita. Yaitu ikan salmon (360 IU/3,5
ons), ikan air tawar sumber vitamin D3 yang baik, jamur, kuning telur
(diperkirakan mengandung lebih dari 50 IU/telur), minyak hati ikan cod sumber
vitamin D3 yang sangat baik, susu (100 IU/ 8 ons), roti dan sereal.
Faktanya vitamin D bukanlah berasal dari
sinar matahari, tetapi vitamin D terbentuk dengan bantuan sinar matahari. Jadi,
tidak ada alasan lagi menolak kulit Anda untuk menikmati hangatnya sinar
matahari pagi dan beri kesempatan tubuh Anda untuk mencukupi kebutuhan vitamin
D dengan tidak menggunakan tabir surya pada pagi hari. Ternyata selain sebagai
penerang bumi, sinar matahari memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh
kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar