Sabtu, 3
Agustus 2013; 6.58 am
At posko
KKN
Ini hanya
renungan yang muncul tiba-tiba di benakku saat solat tarawih. Semakin hari,
syab yang biasanya penuh malah malam ini kosong. aku melangkahkan kaki dengan
perasaan ragu masuk mushola dekat posko.
Ku yakinkan diri untuk mengisi tempat paling belakang. Memojokkan diri
sendirian. Beberapa menit, ada suara langkah kaki lemah mendekatiku. Menoleh ke
belakang, seseorang yang berjalan membungkuk tidak bertenaga berusaha mengelat
sejadahnya. Refleks, aku bangkit dan membantunya untuk memposisikan mbah itu
tepat di sebelahku.
Syab
barisan di depanku akhirnya terisi, walaupun hanya beberapa. Segera kutunaikan
solat isya. Terasa risih. Baru kali ini ada tempat solat yang mensejajarkan
posisi solat antara laki-laki dan perempuan. Tepat di sebelahku laki-laki tua
yang tiap kali bersendawa selama solat. Terdengar suara imam yang tak jelas
melafaskan doa apa. Kiri kananku pun terdengar suara napas pendek yang cepat
setiap kali sujud. Bagaimana tidak menghabiskan banyak tenaga, solatnya pun 4
rakaat berturut-turut tanpa duduk dan salam.
Bukannya
sok tau ataupun sok menyalahkan orang. Hanya saja aku merasa ini sesuatu hal
yang tidak wajar. Tapi hanya beradaptasi saja. Sadar, aku sekarang hidup di
negeri orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar