Minggu, 08 September 2013

Merenung Sejenak



Sabtu, 3 Agustus 2013; 6.58 am
At posko KKN


Ini hanya renungan yang muncul tiba-tiba di benakku saat solat tarawih. Semakin hari, syab yang biasanya penuh malah malam ini kosong. aku melangkahkan kaki dengan perasaan ragu masuk mushola dekat posko.  Ku yakinkan diri untuk mengisi tempat paling belakang. Memojokkan diri sendirian. Beberapa menit, ada suara langkah kaki lemah mendekatiku. Menoleh ke belakang, seseorang yang berjalan membungkuk tidak bertenaga berusaha mengelat sejadahnya. Refleks, aku bangkit dan membantunya untuk memposisikan mbah itu tepat di sebelahku.
Syab barisan di depanku akhirnya terisi, walaupun hanya beberapa. Segera kutunaikan solat isya. Terasa risih. Baru kali ini ada tempat solat yang mensejajarkan posisi solat antara laki-laki dan perempuan. Tepat di sebelahku laki-laki tua yang tiap kali bersendawa selama solat. Terdengar suara imam yang tak jelas melafaskan doa apa. Kiri kananku pun terdengar suara napas pendek yang cepat setiap kali sujud. Bagaimana tidak menghabiskan banyak tenaga, solatnya pun 4 rakaat berturut-turut tanpa duduk dan salam.
Bukannya sok tau ataupun sok menyalahkan orang. Hanya saja aku merasa ini sesuatu hal yang tidak wajar. Tapi hanya beradaptasi saja. Sadar, aku sekarang hidup di negeri orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar