Ng, iyah ini tentang mereka. Aah,
tidak tidak. Hmm, baiklaah. Sebenarnya aku tidak ingin membicarakan hal ini. Tapi
entah ketika aku dilanda kegalauan, selalu terlintas masa itu. Mungkin bagi
mereka biasa saja. Tapi bagiku ini sulit untuk dipahami. Kuakui aku ingin
kembali merasakan saat itu, saat kita selalu bertiga menghabiskan waktu
bersama. Yah, aku sadar, kita memiliki jalan kehidupan yang berbeda-beda. Kita memiliki
kesibukan yang berbeda dan masalah yang berbeda. Tapi, salahkah aku meminta
untuk kita bisa menciptakan suasana itu kembali? Bisa dibilang itu sedikit
mustahil. Yah, aku tahu aku sadar itu sulit bagi kita.
Mungkin itu salahku, karena aku tidak
bisa mempertahankannya. Aku kalah dengan orang-orang keempat, kelima, keenam,
dan seterusnya yang menjadi pengganti kita masing-masing. Tapi, bisakah kita
masih saling menyapa? Saling menanyakan kabar? Dan berkumpul sekali saja? Aku tahu
mata itu melihatku saat kita tidak sengaja berpapasan, tapi bisakah buang
pandangan itu tidak terjadi? Aku sedih, seolah-olah kita tidak pernah saling
mengenal.
| at Taman Sangkareang, Mataram |
Mungkin benar “Sahabat itu ada saat
kita TERJATUH dan TERPURUK”. Jujur aku sebenarnya sangat mengharapkan
kedatangan kalian saat aku sakit, tapi itu tidak terjadi. Mungkin kalian sibuk,
hingga tidak sempat menjengukku. Aku yakin ada banyak alasan yang membuat kalian
terpaksa tidak menjengukku. Oke, lupakan hal itu. Maaf, atas semuanya. Ini hanya
tulisan tidak penting yang aku tulis untuk menumpahkan perasaanku. Maaf, jika
kalian tidak berkenan. Satu hal yang aku ingin kalian tahu, aku akan selalu
sayang kalian dan mengharapkan yang terbaik untuk kalian. Aku yakin aku kuat
tanpa kalian, karena aku punya sahabat-sahabat yang lain. Tapi, bisakah aku
masih memanggil kalian sahabat?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar