Selasa, 24 Desember 2013

Kenali Penyebab Kanker



Kanker? Kemoterapi? Karsinogenik?
Apa yang ada dibenak anda jika mendengar penyakit kanker? Yah, tentunya penyakit yang sangat berbahaya dan peluang untuk sembuh sangat kecil. Kanker adalah suatu penyakit kronis, yang artinya penyakit yang tidak muncul tiba-tiba, tetapi jika terpapar senyawa karsinogen (senyawa yang mengakibatkan kanker) terus-menerus akan berpeluang pertumbuhan kanker di dalam tubuh. Terapi kanker yang disebut kemoterapi dengan obat kanker (sitostatika) yang saat ini tersedia tidak menjamin kesembuhan total, tambah lagi biaya terapi kanker terbilang selangit. Memang penyakit ini muncul akibat banyak faktor, dan salah satu faktor terbesarnya adalah karena lingkungan. Ada apa dengan lingkungan kita? Mengapa dijadikan kambing hitam? Apalagi dijaman yang segalanya canggih ini. Banyak orang tidak sadar akan banyaknya senyawa karsinogen di lingkungan sekitar.

Waah, jangan terlalu berfikir jauh, sob. Liat aja di sekitar kita banyak orang-orang yang egois yang mementingkan kepuasan belaka dengan merokok di tempat umum. (Ingat, ini kasusnya di tempat umum). Alasannya supaya gak ngantuklah, supaya tetap fit lah, supaya tetap konsenlah, halaaah....... dasar banyak alasan. Apapun alasannya, itu tetap tidak dibenarkan, kan sob?

Itu kan hak kami, toh yang menghisapnya kan kami bukan anda?

Oke, oke, hak seseorang memang tidak boleh diganggu-gugat. Tapi kalau perokok tersebut merokok di depan umum dan menghembuskan asap-asap rokoknya disetiap detiknya dan dihirup oleh perokok pasif, apa iya tidak dikatakan kalau Anda telah melanggar hak orang lain untuk mendapatkan udara yang sehat?

Siapa sih yang senang dipaparkan asap rokok? Ya, kecuali dia juga perokok berat tetapi tidak memiliki modal untuk membeli rokok. Maaf, saya bukannya melarang anda sekalian untuk merokok. Merokok ya silahkan tapi tolong asapnya hirup sendiri jangan bagi-bagi ke orang lain alias merokoklah di tempat ruangan tertutup.

Oke, pasti semua orang akan bosan mendengar efek-efek yang ditimbulkan akibat merokok. Di kemasannya pun sudah dicantumkan akibat penggunaan rokok. Tapi di sini kita tidak akan membicarakan asal muasal dari rokok maupun akibat penggunaan rokok secara umum.

Apa hubungan asap rokok dengan kanker?? Menurut cancer research UK di sebuah situs organisasinya mengenai Smoking and Cancer, asap rokok mengandung lebih dari 70 komponen, yang jika dihirup akan masuk ke paru, beredar ke pembuluh darah dan akan tersebar di dalam tubuh. Senyawa-senyawa ini dilaporkan dapat merusak DNA dan akan mengubah struktur gen. Sehingga mengakibatkan sel tersebut pertumbuhannya menjadi tidak terkontrol dan akan menjadi kanker. Aduuuuh, kalau bener-bener direnungkan kalian akan merasa ngeri. Nyatanya, benda yang sekecil itu dapat merenggut nyawa??

Selain itu, dari makanan yang kita makan juga ada yang bersifat karsinogen loh. Misalkan, dari kentang. Menurut peneliti dari Eropa dan United State di situs organisasi Nasional Cancer Institute, kentang yang diolah lebih dari 1200C alias digoreng menunjukkan kandungan akrilamid. Bahkan kadar akrilamid yang ada dalam kemasan makanan ringan dalam bentuk kripik kentang ternyata mengandung akrilamid yang lebih tinggi. Akrilamid merupakan senyawa yang berbentuk kristal putih yang juga bersifat karsinogen. Dengan kata lain, setidaknya kita bisa menghindari makan ma
kanan yang cepat saji. Akan lebih baik jika kita makan makanan yang sehat dan fresh. Iya ato iya??


Dan masih banyak lagi sumber-sumber karsinogen. Intinya sob, kita harus benar-benar menjaga kesehatan diri dengan selalu berpola hidup sehat. Kanker memang tidak datang secara langsung ketika kita terpapar senyawa karsinogen. Perlu diketahui, kanker tidak menunjukkan gejala-gejala diawal pertumbuhannya, tetapi akan terasa jika sudah memasuki tahap invasi (menyebar ke jaringan sekitarnya) dan metastase (menyebar masuk ke pembuluh darah dan membuat jaringan baru) yang semakin lama jika tidak tertangani sejak dini sel kanker ini akan semakin ganas dan parah. Sebenarnya akan lebih baik jika ditangani sejak awal. Tetapi bagaimana kita tahu jika penyakit ini ada tanpa gejala diawal pertumbuhannya? Yah, yang paling bisa merasakan keadaan adanya perbedaan dalam tubuh kita, ya kita sendiri. Jadi, kenali betul-betul keadaan tubuh anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar