Kanker? Kemoterapi? Karsinogenik?
Apa yang ada dibenak anda jika
mendengar penyakit kanker? Yah, tentunya penyakit yang sangat berbahaya dan
peluang untuk sembuh sangat kecil. Kanker adalah suatu penyakit kronis, yang
artinya penyakit yang tidak muncul tiba-tiba, tetapi jika terpapar senyawa
karsinogen (senyawa yang mengakibatkan kanker) terus-menerus akan berpeluang
pertumbuhan kanker di dalam tubuh. Terapi kanker yang disebut kemoterapi dengan obat kanker (sitostatika) yang
saat ini tersedia tidak menjamin kesembuhan total, tambah lagi biaya terapi
kanker terbilang selangit. Memang penyakit ini muncul akibat banyak faktor, dan
salah satu faktor terbesarnya adalah karena lingkungan. Ada apa dengan
lingkungan kita? Mengapa dijadikan kambing hitam? Apalagi dijaman yang
segalanya canggih ini. Banyak orang tidak sadar akan banyaknya senyawa
karsinogen di lingkungan sekitar.
Waah, jangan terlalu berfikir jauh,
sob. Liat aja di sekitar kita banyak orang-orang yang egois yang mementingkan kepuasan
belaka dengan merokok di tempat umum. (Ingat, ini kasusnya di tempat umum). Alasannya
supaya gak ngantuklah, supaya tetap fit
lah, supaya tetap konsenlah, halaaah....... dasar banyak alasan. Apapun alasannya,
itu tetap tidak dibenarkan, kan sob?
Itu kan hak kami, toh yang
menghisapnya kan kami bukan anda?
Oke, oke, hak seseorang memang tidak
boleh diganggu-gugat. Tapi kalau perokok tersebut merokok di depan umum dan
menghembuskan asap-asap rokoknya disetiap detiknya dan dihirup oleh perokok
pasif, apa iya tidak dikatakan kalau Anda telah melanggar hak orang lain untuk
mendapatkan udara yang sehat?
Siapa sih yang senang dipaparkan asap rokok? Ya,
kecuali dia juga perokok berat tetapi tidak memiliki modal untuk membeli rokok.
Maaf, saya bukannya melarang anda sekalian untuk merokok. Merokok ya silahkan
tapi tolong asapnya hirup sendiri jangan bagi-bagi ke orang lain alias merokoklah
di tempat ruangan tertutup.
Oke, pasti semua orang akan bosan
mendengar efek-efek yang ditimbulkan akibat merokok. Di kemasannya pun sudah
dicantumkan akibat penggunaan rokok. Tapi di sini kita tidak akan membicarakan
asal muasal dari rokok maupun akibat penggunaan rokok secara umum.
Apa hubungan asap rokok dengan
kanker?? Menurut cancer research UK
di sebuah situs organisasinya mengenai Smoking
and Cancer, asap rokok mengandung lebih dari 70 komponen, yang jika dihirup
akan masuk ke paru, beredar ke pembuluh darah dan akan tersebar di dalam tubuh.
Senyawa-senyawa ini dilaporkan dapat merusak DNA dan akan mengubah struktur
gen. Sehingga mengakibatkan sel tersebut pertumbuhannya menjadi tidak
terkontrol dan akan menjadi kanker. Aduuuuh, kalau bener-bener direnungkan
kalian akan merasa ngeri. Nyatanya, benda yang sekecil itu dapat merenggut
nyawa??
Selain itu, dari makanan yang kita
makan juga ada yang bersifat karsinogen loh. Misalkan, dari kentang. Menurut
peneliti dari Eropa dan United State di situs organisasi Nasional Cancer Institute, kentang yang diolah lebih dari 1200C
alias digoreng menunjukkan kandungan akrilamid. Bahkan kadar akrilamid yang ada
dalam kemasan makanan ringan dalam bentuk kripik kentang ternyata mengandung
akrilamid yang lebih tinggi. Akrilamid merupakan senyawa yang berbentuk kristal
putih yang juga bersifat karsinogen. Dengan kata lain, setidaknya kita bisa
menghindari makan ma
kanan yang cepat saji. Akan lebih baik jika kita makan makanan yang sehat dan fresh. Iya ato iya??
kanan yang cepat saji. Akan lebih baik jika kita makan makanan yang sehat dan fresh. Iya ato iya??
Dan masih banyak lagi sumber-sumber
karsinogen. Intinya sob, kita harus benar-benar menjaga kesehatan diri dengan
selalu berpola hidup sehat. Kanker memang tidak datang secara langsung ketika
kita terpapar senyawa karsinogen. Perlu diketahui, kanker tidak menunjukkan
gejala-gejala diawal pertumbuhannya, tetapi akan terasa jika sudah memasuki
tahap invasi (menyebar ke jaringan sekitarnya) dan metastase (menyebar masuk ke
pembuluh darah dan membuat jaringan baru) yang semakin lama jika tidak
tertangani sejak dini sel kanker ini akan semakin ganas dan parah. Sebenarnya akan
lebih baik jika ditangani sejak awal. Tetapi bagaimana kita tahu jika penyakit
ini ada tanpa gejala diawal pertumbuhannya? Yah, yang paling bisa merasakan
keadaan adanya perbedaan dalam tubuh kita, ya kita sendiri. Jadi, kenali
betul-betul keadaan tubuh anda.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar